SALAM Sosialisasikan Lestarikan Budaya dan Alam Dalam Pembangunan

Foto bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah dan  Masyarakat Adat Suku Nggem usai mengelar sosialisasi Pemetaan Pertisipatif Wilayah Adat Suku Nggem di Mamberamo tengah Sabtu, (22/2). Foto Salam For Cepos Foto bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah dan  Masyarakat Adat Suku Nggem usai mengelar sosialisasi Pemetaan Pertisipatif Wilayah Adat Suku Nggem di Mamberamo tengah Sabtu, (22/2). Foto Salam For Cepos

JAYAPURA – Cepos Online - Demi menjaga dan melestarikan budaya lingkungan alam serta kehidupan yang harmonis melalui pembagunan yang berkesinambungan demi masa depan, Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah dan  Masyarakat Adat Suku Nggem mengelar soaialisasi Pemetaan Pertisipatif Wilayah Adat Suku Nggem di Mamberamo Tengah. Kegiatan ini kerjasama dengan Lembaga Sahabat Alam Melanesia( SALAM).

  Sekda Mamberamo Mesir Yikwa Tengah dalam sambutannya menyatakan pemerintah daerah siap mendukung program pemetaan ini demi menjaga dan melestarikan budaya lingkungan alam serta kehidupan yang harmonis melalui pembagunan yang berkesinambungan demi masa depan.

  Mesir Yikwa S.IP yang membuka kegiatan itu menyampaikan Terima kasih kepada Lembaga Sahabat Alam Melanesia yang mana secara inisiatif datang untuk melakukan kegiatan sosialisasi, yang dinilainya sebagai momen terpenting dan luar biasa.

  ” Selama ini kegiatan seperti sosialisasi dari lembaga swasta manapun tidak biasa lakukan oleh sebab itu kami ucapkan terima kasih kepada lembaga yang selenggarakan kegiatan ini.Segala sesuatu yang berkaitan dengan adat dan kebudayaan perlu mendapat perhatian serius oleh Masyarakat Adat bersama pemerintah Di kabupaten mamberamo tenggah ini terdapat lima suku yang ada yaitu; Suku Nggem, Walak, Lanni, Yally dan Taborta,” katanya.

  Dikatakan, masing-masing suku memiliki aturan yang berbeda secara budaya namun aturan adatnya berlaku sama, sehingga yang perlu dilakukan adalah bagaimana mempadukan dari kesatuan-kesatuan aturan itu menjadi satu produk hukum adat yang kuat dan dapat mengatur suku-suku tersebut di atas.

  ” Kita harus memberikan dukungan dengan baik termasuk adat istiadat dan alam sekitarnya dengan mengajak semua komponen, mari kita melindungi juga para satwa yang ada di kabupaten ini. kita perlu kerja sama yang baik dengan lembaga seperti ini agar pelestarian dan perlindungan dapat terwujud melalui program-programnya. Orang lain tidak mungkin datang mengatur kita, hanya kitalah yang harus mengurus diri, melindungi diri, serta membangun sosialisasi antar internal maupun eksternal kita,” paparnya.

  Mewakili Lembaga Sahabat Alam Melanesia Simson Fanderamos Yikwa,SE menyampaikan rasa syukur dan berterimakai kepasa Pemerintah daerah Kabupaten Mamberamo Bupati Ricky Ham Pagawak SH.M.Si dan Wakil Bupati Yonas Kenelak,S.Sos yang mana telah membuka hati untuk bekerja sama degan Lembaga Sahabat Alam Melanesia ( SALAM ) kesempatan yang berbahagia ini telah melaksanakan kegiatan sosialisasi pemertaan wilayah  adat Suku Nggem.

” Hal yang istimewa bersama unsur Masyarakat adat, Pemerintah, unsur Gereja dan saling membagun kerjasama dengan mengedepankan saling menyapa dan menyalami sesuai degan latar belakang pendirian Lembaga merubah paradikma tentang dualisme alam dan manusia, Manusia dan manusia yang mendatangkan malapetaka bagi kehidupan dan salin menopang memainkan peran demi menjaga keselarasan, keharmonisan sesama makluk hidup di planet bumi,” katanya

  Dalam kesempatan yang sama juga Anggota DPRD Husein Pagawak  menyatakan  mendukung program lembagai Sahabat Alam Melanesia dan bersama pemda  Mamberamo tengah  dengan memainkan fungsi dan peran masing-mansing untuk membagun daerah.

  Lembagah Sahabat Alam Melanesia dengan latarbelakang pendirian dengan tiga inti point, yang pertama Paradigma berpikir dan perilaku manusia terhadapa mahluk lain ( roh, benda, tumbuhan, elemen dan hewan ) yang mendatangkan malapetaka terhadap kehidupan dan planet bumi.

  ” Dualisme berpikir kami dan mereka, kita dan mereka atau pemisah antara manusia, dengan manusia, manusia  dengan mahkluk lain sebagai subjek dan objek, serta manusia dan sumberdaya telah mendatangkan malapetak bagi kehidupan. Setelah menempatkan dirinya sebagai pusat kehidupan, manusia dengan pandangan antroposentrinya telah mendatangkan malapetakan bagi kehidupan itu sendiri,” katanya.

  Kata dia, SALAM Hadir utuk mengajak masyarakat dan semua stakeholders agar bersama-sama membagun keseimbangan hidup dengan sesama mahkluk serta element alam.

” Dengan saling menyapa dan menyalami satu sama lain melalui bahasa masing-masing berdasarkan nilai-nilai soasial dan budaya yang dimiliki. Degan begitu keseimbagan hubungan antara makhluk dapat terjaga demi sebuah harmonisasi kehidupan.

 Kegiatan sosialisasi Pemetaan Partisipatif wilayah masyarakat  adat Nggem itu dihadiri oleh bapak Sekretaris Daerah Mesir Yikwa,S.IP mewakili Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah  beserta dari unsur OPD Kepalah Bappeda Brury Soisa,SH dan keterwakilan Anggota DPRD Kab. Mambero Tengah   Husein Pagawak , di Ruang Rapat Pemda Kab. Mamberamo Tengah pada 13 Ferbruai 2020.

 Sementara itu Ketua LMA  Mamberamo Tengah bapak Babor Bahabol juga menyatakan mendukung program lembaga yang ingin untuk membatu masyarakat adat menata wilayah hukum adat.

“Hapan kami selaku tua-tua adat bahwa harus melakukan dengan sungguh-sungguh demi kepentingan masyarakat adat di  Mamberamo tengah,” katanya, (oel).

Delicious Digg Facebook Twitter AddThis

Leave a Reply